MEDAN – Kemegahan superblok Deli Park yang menjadi simbol modernitas di jantung Kota Medan, kini kembali menjadi sorotan. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Macan Asia Indonesia (MAI) Kota Medan.
Organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dipimpin Suwarno, S.E., M.M., itu menduga bahwa di balik kabar suksesnya penjualan 1.600 unit apartemen di superblok Deli Park, tersimpan sebuah ironi yang bertolak belakang bagi percepatan pembangunan daerah. “Ada potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp200 miliar lebih yang hingga kini masih tercecer dan belum masuk ke kas kota,” katanya di Medan, Jumat sore (20/2/2026).
Potensi PAD yang tercecer tersebut bersumber dari kewajiban BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dari seluruh apartemen di superblok Deli Park yang telah sold out, namun belum disetorkan sepenuhnya ke Pemerintah Kota Medan.
“Sangat ironis jika informasinya seluruh unit sudah sold out, namun kewajiban pajaknya belum signifikan mengalir ke kas daerah, sehingga potensi dana sebesar itu belum bisa digunakan untuk membangun fasilitas publik di Medan,” ujar Suwarno.
Didampingi Sekretaris Zullifkar AB, S.T., Bendahara Said Ilham Assegaf, S.H., M.IKom., Wakil Ketua I Mirnawati, Kabid Hukum Andrean F Situmorang, S.H., serta Wadan Satgas Adi Syahputra, Suwarno mengatakan bahwa Pemerintah Kota Medan sebenarnya sudah sangat akomodatif.
Pada medio 2024 hingga 2025, pihak pengembang diketahui telah mencicipi manisnya stimulus fiskal berupa keringanan pajak yang diberikan dengan harapan mempercepat arus investasi dan setoran PAD. Namun, realita di lapangan berkata lain. Realisasi yang masuk ke kantong daerah masih jauh dari harapan.
Karenanya, Suwarno menekankan bahwa tahun 2026 ini harus menjadi titik balik. Optimalisasi PAD dari BPHTB, khususnya di superblok Deli Park, harus benar-benar bisa terealisasi oleh kerja cerdas dan terukur dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan.
“Bapenda itu ibarat ‘jantung’ Pemko Medan yang harus terus memompa darah berupa pendapatan agar seluruh sendi pembangunan kota tetap hidup. Dan MAI Kota Medan siap menjadi ‘mata dan telinga’ tambahan bagi pemerintah untuk memantau aktivitas pengembang di lapangan,” tegas Suwarno.
Sinergi yang ditawarkan Suwarno ini juga menjadi arahan dari Ketua DPD MAI Sumut, RM Khalil Prasetyo kepada seluruh jajaran DPC. Bahwa sebagai organisasi masyarakat independen, Macan Asia Indonesia hadir untuk mendampingi pemerintahan dan menjalankan program Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan kesejahteraan dan persatuan masyarakat.
Kini, publik menanti sejauh mana komitmen pengembang dalam merespons gugahan kepedulian ini. Karena pada akhirnya, kemegahan sebuah bangunan akan jauh lebih bermakna jika dibarengi dengan kontribusi nyata bagi kemajuan kota tempatnya membangun kerajaan bisnis. (Red)
JAKARTA - Gelombang penolakan terhadap rencana impor 105 ribu mobil pikap asal India oleh PT…
MEDAN – Sebuah pernyataan keras dan menggugah hati meluncur dari mulut Anggota DPRD Kota Medan,…
SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun resmi meluncurkan Tim Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang akan…
SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pekan Tapian Dolok, Kecamatan…
MEDAN – Langkah Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerbitkan Surat Edaran (SE)…
MEDAN – Komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terhadap keterbukaan informasi publik kembali ditegaskan…