Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

KH Masyhuril Khamis Ukir Prestasi Nasional, Al Washliyah Kini Hadir di 38 Provinsi

JAKARTA – Organisasi masyarakat Islam terbesar asal Sumatera, Al Jam’iyatul Washliyah atau Al Washliyah, bersiap menggelar Muktamar ke-23 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 7-10 Juli 2026. Menjelang agenda besar tersebut, kepemimpinan Ketua Umum PB Al Washliyah periode 2021-2026, KH. Dr. Masyhuril Khamis, SH, MM, AAAIS, AAAIJ, menjadi sorotan karena dinilai berhasil membawa organisasi berkembang pesat secara nasional.

Di bawah kepemimpinannya selama hampir lima tahun terakhir, Al Washliyah mencatat lonjakan signifikan dalam pengembangan struktur organisasi. Jika pada awal kepemimpinannya tahun 2021 Al Washliyah baru hadir di 21 provinsi, kini organisasi tersebut telah menjangkau seluruh 38 provinsi di Indonesia.

Capaian itu dinilai sebagai salah satu prestasi terbesar dalam sejarah organisasi yang lahir di Medan pada 1930 tersebut. Dengan semangat konsolidasi dan kerja lapangan yang intensif, Masyhuril berhasil memperluas jangkauan dakwah dan penguatan kaderisasi hingga ke pelosok Nusantara.

“Teruslah bergerak dan berkolaborasi. Tunjukkan bahwa kader Al Washliyah mampu bersaing di segala bidang,” menjadi kredo yang terus digaungkan Masyhuril selama memimpin organisasi.

Tokoh kelahiran Meranti Paham, 5 September 1964 itu terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB Al Washliyah pada Muktamar XXII tahun 2021 di Jakarta menggantikan Yusnar Yusuf Rangkuti. Selain memimpin Al Washliyah, Masyhuril juga dipercaya mengemban sejumlah amanah nasional, di antaranya sebagai Ketua MUI Pusat Bidang Halal, Komisioner Badan Wakaf Indonesia, serta anggota Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah.

BACA  Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji

Perluasan Organisasi hingga Pelosok

Di tingkat daerah, perkembangan struktur organisasi juga mengalami peningkatan signifikan. Saat ini, kepengurusan Al Washliyah di tingkat kabupaten dan kota disebut hampir mencapai angka 300 daerah.

Ekspansi tersebut menjadi fondasi penting bagi penguatan program nasional organisasi, mulai dari pendidikan, dakwah, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Dengan struktur yang semakin lengkap hingga daerah terpencil, pelaksanaan program organisasi dinilai semakin sistematis dan terukur.

Kehadiran langsung Ketua Umum ke berbagai wilayah juga menjadi faktor penting dalam memperkuat soliditas organisasi. Dalam masa kepemimpinannya, Masyhuril hampir tidak pernah absen menghadiri agenda konsolidasi wilayah, mulai dari Aceh hingga Papua.

Bahkan, medan berat bukan menjadi hambatan. Masyhuril dikenal memiliki stamina tinggi dan tetap aktif melakukan perjalanan panjang menembus wilayah pedalaman Kalimantan dengan kondisi jalan berlumpur dan sulit dijangkau demi bertemu kader serta memastikan organisasi tetap hidup di daerah.

Bangun Masjid dan Perkuat Ekonomi Umat

Tak hanya fokus pada pengembangan struktur organisasi, kepemimpinan Masyhuril juga ditandai dengan pembangunan berbagai sarana ibadah dan penguatan ekonomi umat.

Sejumlah masjid berhasil dibangun di berbagai daerah seperti Pandeglang Banten, Cigombong Kabupaten Bogor, Pasaman Barat Sumatera Barat, Pangkep Sulawesi Selatan, hingga Dulolong Alor Nusa Tenggara Timur. Masjid-masjid tersebut diberi nama Masjid Al Washliyah sebagai simbol perluasan dakwah organisasi.

BACA  Mahasiswi STIKOM Tunas Bangsa Raih Emas dan Best Performance di 3rd AMMA Championship China

Selain itu, PB Al Washliyah juga membantu renovasi masjid pedesaan dan madrasah di sejumlah daerah.

Di bidang ekonomi, Al Washliyah mulai mengembangkan penguatan kelembagaan ekonomi melalui akuisisi BPRS yang kini sepenuhnya menjadi milik organisasi. Sejumlah lembaga juga dibentuk dan diperkuat, seperti AlZis LAZ Nasional, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H), Wakaf Center, hingga koperasi At Tijaroh.

Kaderisasi dan Pendidikan Meningkat

Program kaderisasi juga kembali dioptimalkan selama kepemimpinan Masyhuril. Berbagai agenda nasional digelar untuk membangun regenerasi kepemimpinan organisasi, seperti Kemah Sako Pramuka Nasional dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional.

Sementara di sektor pendidikan tinggi, berbagai perguruan tinggi Al Washliyah mengalami perkembangan signifikan. Sejumlah kampus terus didorong meningkatkan akreditasi menuju status unggul serta transformasi kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut hingga universitas.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi Al Washliyah sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga mencetak sumber daya manusia unggul melalui pendidikan.

Program Sosial dan Dakwah Moderat

Dalam bidang sosial, Masyhuril mendorong agar Al Washliyah hadir langsung menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah pembangunan sumur bor di daerah yang mengalami krisis air bersih.

Program tersebut dilaksanakan di Bantul Yogyakarta dan beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur. Menariknya, program sumur bor di NTT menjadi simbol kerukunan antarumat beragama karena tidak hanya dimanfaatkan umat Islam, tetapi juga masyarakat non-muslim di sekitar lokasi.

BACA  Mentan Tegaskan Harga Minyak Goreng Tidak Boleh Mahal, Ini Harga Minyak Goreng PTPN di Bulan Ramadhan

Bahkan dalam struktur kepanitiaan pembangunan sumur bor tersebut, terdapat tokoh non-muslim yang dipercaya menjadi wakil ketua panitia pembangunan.

Dalam berdakwah, KH. Masyhuril Khamis dikenal sebagai figur moderat yang mengedepankan persatuan dan kesejukan. Ceramah-ceramahnya lebih menekankan semangat kebangsaan, akhlak publik, dan gotong royong dibanding retorika provokatif.

Pendekatan itu sejalan dengan tugasnya di Majelis Ulama Indonesia dalam bidang perbaikan akhlak bangsa. Sikap moderat tersebut membuat Al Washliyah tetap menjadi rumah besar umat Islam yang mengedepankan persatuan dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Al Washliyah Muallaf Center Perkuat Dakwah di Daerah Minoritas

Di bawah kepemimpinan KH Masyhuril, Al Jam’iyatul Washliyah terus memperkuat peran dakwahnya melalui pengukuhan wadah “Al Washliyah Muallaf Center” sebagai bagian dari pengembangan dakwah organisasi di berbagai daerah minoritas.

Pembentukan Muallaf Center tersebut disebut sebagai bentuk melanjutkan perjuangan dakwah para ulama Al Washliyah terdahulu yang sejak lama aktif membina umat di wilayah-wilayah minoritas Muslim di Indonesia.

Selain menjadi pusat pembinaan, Al Washliyah Muallaf Center juga diharapkan mampu mengakomodir para mualaf melalui pendampingan keagamaan, pendidikan, hingga penguatan sosial kemasyarakatan.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Al Washliyah dalam menghadirkan dakwah yang moderat, inklusif, dan menyentuh langsung kebutuhan umat di berbagai daerah.

Menjelang berakhirnya masa kepemimpinannya periode 2021-2026, banyak kader menilai kepemimpinan KH. Masyhuril Khamis berhasil membawa Al Washliyah semakin kokoh, modern, dan memiliki jangkauan nasional yang lebih luas dibanding sebelumnya. (Red)

Share: